Friday, November 4, 2016

Khotbah Jumat pada 4 November 2016 : ANTI ROKOK

Pada saat banyak orang bersiap-siap untuk demo 4 November, tentunya orang berharap khotbah Jumat akan membakar semangat untuk demo. Tetapi khobah Jumat yang saya dengarkan justru bertopik utama ANTI ROKOK - DAN SECARA SPESIFIK menyebut ada 90 juta pecandu rokok. Jika masing-masing menghabiskan Rp. 10,000 per hari untuk merokok maka Indonesia akan menghabiskan Rp. 900.000.000.000,- per hari, atau Rp. 328.500.000.000.000 setahun. Jika harga kapal selam tercangih bukan nuklir Rp5.000.000.000,- perbuah maka setiap tahun kita dapat membeli 10 buah kapal selam dengan mesin AIP , susuke isih okeh, isa thuku gudeg, soto, dan lumpia. Dan saya teringat kejadian 20 tahun lalu, seorang mandor bangunan punya anak bernama Mamat, Ia merokok, tetapi mamat jarang minum susu.

Saya sangat berharap, bahwa para da'i banyak yang menyentil ketidak arifan lokal seperti diatas. Banyak kekonyolan yang terjadi di sekitar kita, yang perlu disindir keras oleh para da'i pada bermacam-macam acara taklimat. Contoh utamanya adalah membiarkan anak mengendarai sepeda motor, memaki-maki anak, memberi sebutan yang buruk kepada anak, menggunjing keluarga, dan ketidak arifan lokal lainnya.

Oh ya, saya lupa meyebut kan ketidak arifan saya berkenaan dengan rokok diatas. Saya menghabiskan Rp.10.000,- per BULAN untuk merokok (Saya melinting sendiri tembakau tarumartani seharga Rp.12.500,- per bungkus plus kertas sigaret seharga Rp.8.000,- untuk 2 bulan lebih).

No comments:

Post a Comment