Ekologi adalah lingkungan hidup. Tempat kita hidup. Menerima masukan dan memberikan keluaran, apapun itu bentuknya. Ada berita mengenai masalah kualifikasi dosen (Kompas, 14 November 2015). Disitu pada dasarnya dosen berusaha untuk meningkatkan kualifikasi akademisnya menjadi lebih tinggi dari strata yang diajarnya. Tentunya para dosen juga membimbing mahasiswanya untuk menuju derajat yang lebih tinggi.
Saya pernah mendengar istilah subtance of form dan form of substance. Kurang lebih bermakna isi dari suatu bentuk, dan bentuk dari suatu isi. Disini kita contohkan cincau hijau tanpa campuran agar-agar dan cincau hijau dengan campuran agar-agar. Substansinya tentu berbeda tetapi bentuknya sama. Manakah yang lebih dihargai tentunya tergantung kepada ekologi konsumennya.
Pertanyaan yang saya coba maknai untuk diri sendiri adalah bagaimana kita menghitung determinan matriks : dengan menggunakan software open source ataukah menggunakan salinan software + "crack" yang harga salinan legalnya lebih dari USD 40 untuk edisi pelajar/mahasiswa.
Pertanyaan ini tentunya dijawab oleh diri kita masing-masing sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku didalam lingkungan hidup kita masing-masing.
Saya pribadi akan menggunakan software open source, karena masa perploncoan saya untuk dapat melakukan instalasi dan menggunakan program open source dilingkungan komputasi linux sudah saya lewati.
Tentunya para pelajar atau praktisi TI yang masih memiliki energi yang maha dahsyat mencari aktifitas alternative selain mencari "crack" dan menyelesaikan masalah hanya dengan "donlot doang entar beres", tetapi mencari cara pemecahan yang lebih bermakna.
Saya bukan praktisi grafika komputer. Tetapi saya dapat menggunakan Blender untuk membuat bentuk 3 dimensi. Blender berharga kecapekan saya untuk menuliskan apt-get install blender, dst. Kebisaan saya adalah hasil pencarian untuk memperoleh free ware untuk keperluan kesukaan saya tersebut. Jika saya menganggap apa yang saya kerjakan cukup berharga tentunya saya dapat menjualnya secara legal pula. Tentunya gambar 3d yang saya buat legal dijual, karena tidak menggunakan program turunan illegal.
Saya menggunakan java sebagai bahasa pemrograman utama saya, saya juga sedang menjajaki pascal bukan turbo pascal, dengan Lazarus ber-IDE lebih mutakhir dan berjalan didalam linux. Saya menggunakan bahasa C-GNU berstandar paling mutakhir.
Jadi kemauan menggunakan Teknologi Open Source tergantung kepada Ekologi cara berpikir kita.
Saya merasa, bahwa jika kita mahir menggunakan teknologi Open Source maka kita seperti Ikan Hiu yang dapat hidup diair asin, air tawar, dan air payau.
Friday, November 13, 2015
Subscribe to:
Posts (Atom)
